PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (Studi Kasus di Universitas Islam Malang)

Ahmad Muzakkil Anam(1*),

(1) IAIN Surakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Indonesia adalah bangsa yang memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi baik itu dalam hal suku, ras, etnis atau pun agama. Sehingga tidaklah berlebihan jika kemudian Indonesia dikenal sebagai bangsa yang multikultural. Sehingga, perlu adanya upaya untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural di semua jenjang pendidikan yang ada di Indonesia, termasuk perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus.Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) prinsip-prinsip penanaman nilai-nilai pendidikan  Islam multikultural di Unisma didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu: keterbukaan (openness), toleransi (tolerance), bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), dan Islam rahmatan lil’alamin sebagai leader; 2) implementasi penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di Unisma terpolakan menjadi dua, yaitu multicultural knowing dan multicultural feeling.Multicultural knowing diberikan melalui beberapa kegiatan seperti Orientasi Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (Oshika Maba), Halaqoh Diniyah, dan Mata Kuliah Agama Islam 1-5. Adapun multicultural feeling ditanamkan melalui kegiatan student day; dan 3) penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di Unisma memiliki implikasi yang positif terhadap sikap toleransi para mahasiswa Unisma.

Keywords


Pendidikan Islam, Multikultural, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Full Text:

PDF

References


Arif, Mahmud. Pendidikan Islam Inklusif-Multikultural. Yogyakarta: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Volume I. Nomor I. Juni. 2012.

Halili dan Bonar Tigor Naipospos. Stagnasi Kebebasan Beragama: Laporan Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia Tahun 2013. Bendungan Hilir: Pustaka Masyarakat Setara. 2014.

Halili dan Bonar Tigor Naipospos. Dari Stagnasi Menjemput Harapan Baru: Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Di Indonesia Tahun 2014. Bendungan Hilir: Pustaka Masyarakat Setara. 2015.

Halili dan Bonar Tigor Naipospos. Laporan Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia 2015; Politik Harapan Minim Pembuktian. Bendungan Hilir: Pustaka Masyarakat Setara. 2016

http://www.wahidinstitute.org/wi-id/, diakses tanggal 21 Januari 2016.

Lickona, Thomas. Educating for Character How Our School Can Teach Respect and Responsbility. New York: Bantam Bookss. 1992.

Maksum, Ali. Pluralisme dan Multikulturalisme; Paradigma Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Malang: Aditya Media Publishing. 2011.

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2007

Rossidy, Imron. Pendidikan Berparadigma Inklusif Upaya Memadukan Pengokohan Akidah dengan Pengembangan Sikap Toleransi dan Kerukunan. Malang: UIN Malang Press. 2009.

S., Azwar, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Cetakan ke-2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.2011.

Sulalah. Pendidikan Multikultural; Didaktika Nilai-nilai Universalitas Kebangsaan. Malang: UIN-Maliki Press. 2011.

Tim Penulis. Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia; Hasil Sensus Penduduk 2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik. 2011.

Tim Penyusun. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Intoleransi 2013. Jakarta: The Wahid Institute. 2013.

Yamin, Moh. dan Vivi Aulia. Meretas Pendidikan Toleransi; Pluralisme dan Multikulturalisme sebuah Keniscayaan Peradaban. Malang: Madani Media. 2011.


Article metrics

Abstract views : 53 | views : 23


DOI: https://doi.org/10.33853/istighna.v2i2.24

DOI (PDF): https://doi.org/10.33853/istighna.v2i2.24.g24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Ahmad Muzakkil Anam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.