PENCEGAHAN KENAKALAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASIH ULWAN

minggusta juliadarma(1*),

(1) IAIN Ternate
(*) Corresponding Author

Abstract


Konsep pencegahan kenakalan anak menurut Nāṣiḥ ‘Ulwān merupakan sebuah konsep tindakan preventif yang dapat menekan timbulnya kenakalan dan penyimpangan perilaku pada anak. Beberapa pihak yang ikut bertanggung jawab dalam memegang peranannya dalam mencegah kenakalan anak, yaitu orang tua, masyarakat, dan Negara. lingkaran pranata sosial inilah yang saling berkaitan dan dapat menentukan arah perilaku anak ke depannya. Secara garis besar, pandangan Nāṣiḥ ‘Ulwān tentang pencegahan kenakalan anak dapat diupayakan dengan memaksimalkan bebarapa metode, yaitu Pengawasan terhadap dampak negatif media massa pada anak dengan metode penanaman prinsip-prinsip Islam, Peran aktif orang tua dalam mengaplikasikan tahapan pendidikan seksual bagi anak, Menciptakan hubungan yang harmonis antara bapak dan ibu dengan pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing, Melakukan pengawasan terhadap tingkah laku sosial anak dengan metode authoritative Parenting, Jaminan negara terhadap kesejahteraan ekonomi warganya, Orang tua berlaku lemah lembut dan menghindari perlakuan yang buruk terhadap anak, Mengisi waktu luang anak dengan sarana-sarana ‘amaliyat yang bermanfaat, dan Kerja sama orang tua dalam memperhatikan pendidikan anaknya.


Keywords


Kepemimpinan; Kiai;Madrasah Diniyah

Full Text:

PDF

References


Amin, Haedar dan Elsaha Isham, Peningkatan Mutu Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah (Jakarta: Diva Pustaka, 2004)

Al Hafidz, Yahya Abdul Fatttah Az Zamawi, Revolusi Menghafal Al-Quran: Cara Menghafal, Kuat Hafalan dan Terjaga Seumur Hidup (Surakarta: Insan Kamil, 2010)

Asy-Syinqithi, Muhammad Habillah Muhammad, Kiat Mudah Menghafal Qur’an (Solo: Gazzamedia, 2011)

Bisri, A. Musthofa, Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid Ahmad Pasuruan (Rembang: Lembaga Informasi dan Studi Islam (L” Islam) Yayasan Ma’had as-Salafiyah, 2003).

Direktorat Pendidikan Keagamaan & Pondok Pesantren Dirjen Kelembagaan Agama Islam, Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Madrasah Diniyah, (Jakarta: Departemen Agama RI, 2003)

Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren: Study tentang Pandangan Hidup Kiai (Jakarta: LP3S, 1982)

Dyer, Wayne W, Ada Jalan Spiritualitas Bagi Setiap Masalah (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum, 2005)

Ernest, Carl W, Ajaran dan Amaliah Tasawuf, terj. Arif Anwar (Yogyakarta: Pustaka Sufi, 2003)

Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001)

Lubis, Saiful Akhyar, Konseling Islami Kiai dan Pesantren (Yogyakarta:eLSAQ Press, 2007)

Rasyid, Hamdan, Bimbingan Ulama; Kepada Umara dan Umat (Jakarta: Pustaka Beta, 2017)

Markoesono, Priatno H, Spiritual Thinking (Bandung: PT Mizan Pustaka, cet I, 2000)

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004)

Munawir, Ahmad Warson, Kamus Arab – Indonesia Al-Munawir (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997)

Mustamir, 5 Metode Penyembuhan dari Langit (Yogyakarta: Lingkungan, 2008)

Rasyid, Hamdan, Bimbingan Ulama: kepada Umara’ dan Ummat (Jakarta: Pustaka Beta, 2007).

Saha, M. Ishom, Dinamika Madrasah Diniyah di Indonesia :Menelusuri Akar Sejarah Pendidikan Nonformal (Jakarta: Pustaka Mutiara, 2005)

Suseno, Darmo Budi, Lantunan Shalawat dan Nasyid untuk Melejitkan IQ-EQ-SQ (Yogyakarta: Media Insani, 2005)


Article metrics

Abstract views : 29 | views : 22


DOI: https://doi.org/10.33853/istighna.v2i2.27

DOI (PDF): https://doi.org/10.33853/istighna.v2i2.27.g26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 minggusta juliadarma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.